saya pernah merasa kecewa dengan seorang teman. saya cukup lama mengenalnya. namun, hingga timbul masalah yang tak terduga. Sehingga, membuatnya menjadi sosok yang super sensitive.
kita sebut aja namanya si "ana" klo menurut saya perubahan ana berawal karna dia sering disakiti pria. ok, dia pernah menyukai seseorang, kita sebut saja "raka", raka memang teman saya juga. pada waktu itu saya tidak begitu tau bagaimana perasaan ana teradap raka? karena yang saya dapat lihat, ana selalu bersikap munafik dihadapan saya jika membicarakan masalah raka, saya pernah sesekali menyinggung perasaan nya terhadap raka. namun, jawabannya " Ga kok g suka" dan terkadang ana juga sering menjodohkan si raka dengan teman yang lain.
Pernah saya coba untuk memancing perasaan raka terhadap ana, tapi raka hanya menganggap temen aja. Sampai pada suatu ketika, tanpa saya sengaja, raka minta dikenalin cewe' sama saya. saya tak bermaksud untuk membuat raka menyukai orang lain. karena saat itu, yang ada dipikiran saya, raka hanya menambah teman saja. tapi waktu berlalu, ternyata raka jatuh cinta dengan cewe' yang saya kenalkan ini, kita sebut saja cewe' ini dengan sebutan "siska". dari situ timbullah masalah-masalah yang ana ciptakan sendiri.
hal-hal sepele selalu dibesar-besarkan oleh ana, saya dekat dengan siapa?, saya lebih sering hangout dengan siapa?, saya jarang tlp atau sms dgn dia pun, di jadikan masalah oleh ana. Menurut ana, saya adalah teman yang tidak bisa menolong dia, disaat dia ada masalah. Padahal klo boleh jujur, setiap kali saya memberi saran, maka dia akan menanggapi saran saya dengan kesinisannya, setelah itu ana akan berfikiran negatif terhadap saya. Mungkin ana kecewa karena saya pernah mengenalkan raka dengan siska, tapi apa harus saya lakukan jika raka menyukai siska, itu hak raka bukan,untuk menyukai seseorang?, memang sich raka itu tipikal cowo' yang selalu mengumbar perhatiannya kesemua orang, terutama kesemua teman cewe' nya. Kalau melihat perubahan si ana, saya jadi merasa muak dan benci bila melihat raka. karena dia selalu memberikan seorang cewe' harapan dan perhatian lebih.
Setiap perkataan ana ini, selalu menyinggung perasaan saya, tak sedikit teman-teman yang lain juga kena imbasnya. bahkan untuk perbincangan yang ringan pun selalu dia kaitkan dengan kesalahan saya yang sudah mengenalkan raka dengan siska. life must go on, right? kenapa gara-gara cowo' yang jelas2 tidak ada perasaan terhadap kita, mengapa sampai merusak persahabatan yang udah dibina selama bertahun-tahun.
Jodoh ditangan Allah, kalaupun saya tidak mengenalkan raka dengan siska, kalaupun mereka jodoh toh mereka pasti bisa kenal, walaupun tanpa perantara saya, dan kalaupun raka jodohnya ana, mau beribu-ribu cewe' saya kenalkan pasti jadinya juga sama ana.
Semoga saja, ana bisa menerima semua ini dengan lapang dada. bagaimanapun kenyataannya, kita harus terima. kita yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri. jika tetap menampung kebencian dan emosi, maka kita juga yang akan terlukai dengan perasaan benci dihati.
merasakan kebencian terhadap seseorang sangat menyiksa. saya akan berusaha untuk melupakan semua perkataan2 ana yang pernah di lontarkan terhadap saya. semoga saja ana diberikan seseorang yang benar-benar terbaik untuknya.
apakah ada saran untuk menghadapi teman seperti ini?